Pantun Rasa Jiwa

Ranum cinta dirasa alam,
sayang berharga tidak diingin,
ingin saya menyampai salam,
namun hanya di dengar angin.

Tanah di depan luas berjuta,
hanya diingin tempat berdiri,
terpanah tuan dimata saya,
sakit mengenang sampai ke hati.

Dingin senja kerana bayu,
malam hangat tidak terasa,
ingin berjumpa tidak bertemu,
ingin mengingat tak tahu siapa,

dalam pelita apinya marak,
ditiup angin melintuk layang,
dalam berjumpa orang yang banyak,
tuan juga masih terbayang,

kalau memburu kijang di hutan,
berhati-hati tersesat jangan,
mendengar lunak bicara tuan,
bergetar hati tidak keruan,

rumah papan dihujung desa,
tiang dipasak kayu penyangga,
indah tuan cincin permata,
ternampak buruk di jari saya.

Di sisi taman mekar sang orkid,
di sisi paya lumpur yang banyak,
tinggi tuan helang dilangit,
rendah saya rumput dipijak.

October 1, 2009
1:41am

Advertisements
Published in: on September 22, 2010 at 12:50 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://suaraproduction.wordpress.com/2010/09/22/pantun-rasa-jiwa/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: