Sujud cinta

suatu ketika di atas sejadah cinta,
dalam dingin pagi hari rindu,
ingin benar matahari menyinarkan kasih,
menggantikan malam suram yang sedih,
namun masa masih berjalan perlahan,

angin itu masih sejuk,
tanah itu masih basah,
air itu masih mengalir,
bunyi itu masih berdesir,
api itu masih berbara,

iktikafnya masih istiqamah,
dalam sujud panjang yang diam,
kaku dalam nikmat pada posisi paling rendah,
jika sebelum ini berdiri tinggi dengan megah,

sehingga lupa pada kaki itu adalah suatu nikmat yang dipinjam cuma,
sehingga lupa pada setiap langkah ada dicatit perginya,
sehingga lupa pada tempat yang diziarahi ia akan menjadi saksi,

sujudnya panjang di antara malam menanti siang,
antara bernafas dan berjuang,
antara duka dan girang,
antara gelap dan terang,
antara sempit dan lapang,

sujudnya diam,
sujudnya menafsir diri,
sujudnya muhasabah hati,
sujudnya meratib rohani,
sujudnya kaku,
sujudnya berair mata,
rasalah sujud itu suatu nikmat cinta,
sujud airmata yang hati turut menangis,
sujud airmata yang akal turut sedih,
sujud airmata yang jiwa menagih kasih,
sujud airmata rindu dan cinta ya Rabb.

“maka tidak dijadikan manusia itu sia-sia
jika tidak untuk sujud kepada-Ku”.

December 27, 2009
10:13am

Advertisements
Published in: on September 23, 2010 at 5:07 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://suaraproduction.wordpress.com/2010/09/23/sujud-cinta/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: