Merpati putih dan Menara Eiffel.

Sungai Seine membelah kota paris saat gerimis
memeluk akrab mentari pagi yang sembap
arusnya perlahan dari dasar ke permukaan
jernihnya memantul bayang indah nan wajah kota
nafas kehidupan mula bernyawa di dataran Eiffel Tower
merpati putih tanpa teman berkukur merdu perlahan
memanggil rindu di hati menukil syahdu
menyambut cinta di Eiffel terpaut goda

matanya kedip menjeling ikhlas tertib
melingkar di celahan pengunjung budiman yang berputar
yang setia menabur bijian, dia patuh mematuk kutip
lenggoknya yang sopan jiwa pahlawan ikut bergetar
terima kasihnya ialah lambang dia tidak terbang
selagi ihsan manusia bernyawa dia menerima
selagi Eiffel teguh setianya tambah kukuh

bayangan Eiffel menjadi wakafnya berteduh redup
pagi atau senja, hujan atau salju selagi hidup
pelepahnya putih suci nirmala dari dosa
geraknya tangkas memangkas jahat durjana
dadanya bidang dan lehernya jinjang mempesona jelita
sayapnya megah berkibas gagah memapar perkasa
paruhnya tirus rencong patuknya sakit tak bohong

Eiffel menara kota cinta sang pemuda
merpati putih ialah jiwa kasih gadis jelita
bertemu di bawah padang buru langit biru
bergantung ziarah pengunjung meminta restu
sejinak-jinak merpati bila di dekat dia pergi
ke puncak Eiffel terbangnya tinggi.

Molek Garden
Oct 1, 2010

p/s: Buat Porken dan isteri =)

Advertisements
Published in: on October 1, 2010 at 3:14 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://suaraproduction.wordpress.com/2010/10/01/merpati-putih-dan-menara-eiffel/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: