Musafir Ke Makam Pahlawan I

Aku berjalan atas nama musafir bermudik takdir
antara dua kota yang sejarahnya masyhur terukir
di daerah selatan kotanya beradat ketemenggung-nan
di daerah tengah resamnya perpatih menyampaikan pesan
aku hirup merdu dan lunak angin selat tebrau
aku hembus wangi dan semerbak tanah salinan minangkabau
biar perlahan meresap di jiwa sejasa tambak johor
biar tertancap dan memagar perkasa Raja Melewar yang tersohor
tanah semenanjung yang sama di bawah langit yang berbeda

Aku berjalan atas nama musafir berteman khuatir
darah setampuk pinang lautan dalam hendak direnang
usia setahun jagung kail sejengkal hendak digulung
tidak terukur baju di badan sendiri; mentah kulit mentah isi
untung sabut atau batu; timbul tenggelam sendiri aku
hendak berpijak lantai pecah, hendak bernaung dahan patah
bait gurindam dan puisi Rumi adalah temanku yang karib

Aku susur irama ghazal di tepi lereng Istana Pasir Pelangi
tari inang memintal lenggok sopan di Istana Seri Menanti
di tengah musafir aku singgah di kota terakhir
kota Melaka di mana sejarah kita pernah tergelincir
menghanyutkan aku sebentar di makan pahlawan Naning
yang dulu mengusir petualang dengan garang dan tengking
kini hanya sepi di pusara berteman subur bunga kemboja
yang cantik dan molek spirit pembela-nya Dol Said

Sand Warehouse ~ Rembau
Oct 3~8, 2010

Advertisements
Published in: on October 10, 2010 at 4:14 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://suaraproduction.wordpress.com/2010/10/10/musafir-ke-makam-pahlawan-i/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: