Secangkir Usia

Secangkir usia kita teguk
dahulu nira yang nikmat
kini pahit terasa mabuk
lidah bicara dulunya hemat
kini digogok katanya kesat
budi peri dulunya beralas
tumpahnya kini tidak berbekas
di mana hilangnya?

Secangkir usia
dituang kopi-nya masa
pekat pahit hitam semalam
atau teh ‘o’ tidak bergula
se-oren jernih senja terbenam
hangat berasap beruap amarah
menduga debar menguji sabar
wangian herba yang harum terbau
melakar gembira kuntuman rindu
kita reguk pengalaman zahir
sampai habis titisan terakhir
kita hirup doa yang batin
musim gugur diperbacaan talqin
kopi yang tulen dan teh yang dingin
ke mana perginya?

Secangkir usia putih kesumba
porselinnya rapuh berkembara
sumbing yang berbekas luka
tidak terbelah meski retaknya
masih elok  berbudi
molek dituang bakti
kosong minta diisi
lagi dan lagi.

Molek Garden
Jan 3, 2011

Advertisements
Published in: on January 11, 2011 at 1:17 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://suaraproduction.wordpress.com/2011/01/11/secangkir-usia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: