Aku Mencari HilangNya

Kemanakah
angin yang menebarkan sari rindu
untuk dikucup pada segenap ruang
agar harum terpati dalam sanubari

Kemanakah
sinar yang tidak pernah sirna
memberikan nur cinta dari secebis api
untuk didakap dalam sejuk samudera

Kemanakah
lagu yang paling merdu
menjadi siul digemar camar
untuk bercanda ketika mega

Kemanakah
airmata yang mengalir di sungai hayat
memberikan nafas cinta
ketika sepi amat bermakna
pada sezarah debu diawangan udara

Pulai in a Spring season
Mac, 13 2011

Advertisements
Published in: on March 26, 2011 at 3:00 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

Di Daun Jendela Dia Sedang Menyiram Mawarnya

Ku tatap ke luar daun jendela
memandang sebuah pasu kecil
yang hanya rata dengan tanah
digambur subur
di hujung balkoni
dan setiap pagi
dia akan menyirami
sambil menyanyi
suaranya perlahan sekali

Esok
ku lihat pasu kecil
telah bertunas kerdil
dan dia semakin setia
menyirami pasu kecilnya
nyanyian kecil semakin gembira
segembira senyumannya

Sehinggalah
tunas kecil menjadi besar
dan terkuntum setangkai mawar
baunya harum berkembang mekar
semakin tekun dia menyirami
pasu kecil dan sejambak bunga
bagaikan lagu setiap pagi
yang aku dengar merdu
menoreh malu

Molek Garden
25 Mac, 2010

Published in: on March 25, 2011 at 10:29 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

Di Tebing Senja

Di tebing senja ini
ku duduk bersila di ufuk barat
dan dirimu sopan bersimpuh
di hujung ufuk timur yang berlabuh
bertiraikan jingga pawana mega
dikau memyimpan jelita wajah
dalam kerudung violet rayu
membungkam diam seribu bisu

Wajahmu terlukis di langit
kurenungi matamu bintang kejora
bercahaya bagai purnama disimbah
jernih terpantul di tasik indah
dikau masih menundukkan wajah
sesepi angin berbicara gundah

Tancaplah pandangan ini
bagaikan panah arjuna
menembus jantung sita
yang bisa lagi tersenyum
biarpun darah masih mengalir

Molek Garden
21, Mac 2011

Published in: on March 22, 2011 at 7:31 am  Leave a Comment  
Tags: ,

Langit Yang Tersenyum

Di tengah gurun, ketika panas dan gersang, kering dan kontang, aku ditemani sejoli Hering yang begitu setia mengiringi perjalanan ini. Sambil mereka berbisik-bisik seolah-olah sedang mendoakan kepada aku sebuah kematian. Agar akan dapat mereka meratah bangkai ini, untuk mengisi tembolok mereka yang sedang kosong. Terkahir kalinya aku tersenyum kepada mereka, kemudian aku terjatuh terlentang wajahku menatap langit dan badan ini berselimutkan pasir. Perlahan-lahan, sepasang Hering itu terbang disisi. Berjalan menghampiri, sebelum ku lihat paruhnya sangat dekat denganku, aku menutupkan mata, saat itulah langit sedang tersenyum padaku- Indahnya.

West Aping
20 Mac, 2011.

Published in: on March 20, 2011 at 11:22 am  Leave a Comment  
Tags: ,

Gadis Korea

Semakin dia tersenyum
matanya semakin kecil
yang bundar hitam
bagaikan jernih jeli
menyisipkan manis
pada sebuah pemandangan
Oh! Indahnya.

Semakin dia tersenyum
pipinya semakin mungil
mengukir sewajah comel
dan semakin merah pipinya
bagaikan bunga sakura
yang luruh di ‘winter sonata’
Oh! Damainya.

Semakin dia tersenyum
bibirnya semakin nipis
yang rekah bercantum
bak delima diunggis
merungkaikan misteri
pada seharum wangi
sekuntum wardah yang jelita
Oh! Pesonanya.

Dia tersenyum
kecil matanya
merah pipinya
nipis bibirnya
dan angin
membelai ombak rambut
menciumi luas dahi

Di sini aku cuma
si pencemburu yang dengki

Sand Warehous
15 Mac, 2011

Published in: on March 16, 2011 at 8:14 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

Jarum Dan Benang

Jarum yang tajam,
benang yang halus,
ranumnya membenam,
mengikat tulus.

Heart Whisper
Mac, 2011

Published in: on March 15, 2011 at 10:42 am  Leave a Comment  
Tags: ,

Menyentuh Pelangi

Semalam, aku menyentuh pelangi yang muncul selepas gerimis. Lalu aku menjadi kerdil tiba-tiba. Dan aku memanjat,tujuh warna semuanya. Tangga pertamanya ungu, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Di atas itu aku duduk, menikmati panorama alam di puncak pelangi. Berbicara dengan matahari, menegur helang yang melayang dan mengelus kelembutan awan sambil rambutku menggerbang dibelai angin. Perlahan-lahan aku meniti di atasnya, berjalan di atas lengkungan yang lurus berwarna warni adalah lebih mudah daripada berlari dalam kehidupan yang bersimpang siur tidak bertanda. Lebih cantik dan mempersona.

– 9 Mac, 2011. Molek Garden.

Published in: on March 10, 2011 at 4:47 pm  Comments (2)  
Tags: ,

Qidam

Seluruh diam bermusim suram
seluruh laut bergelora iltizam
seluruh langit bermendung faham
ketika malam berbintang ilham
satu, satu, satu

Pada tanah yang terlukis
pada angin yang tersurih
menggarit sejalur garis
sejuta pandangan jernih
satu, satu, satu

salji dari rindu
bunga dari kalbu
sedingin cinta
selembut asmara

Molek Garden
Mac 16, 2010

Published in: on March 10, 2011 at 2:39 am  Leave a Comment  
Tags: ,

Mimbar Jumaat

Mimbar usang
imam tua
seri wajahnya
senyum bercahaya
menjamah wajah jemaah
setenang angin berbicara

Imam tua
khutbah dan jumaat
penuh indah mengingat
santun menitipkan pesan
gemersik berbisik-bisik
doa-doa yang cantik
mengusik

Jemaah
tertib bersila
diam mencari khusyuk
tunduk dan tunduk
hujungnya lena mengantuk

Mac 4, 2011
Sand Warehouse

Published in: on March 8, 2011 at 3:55 am  Comments (2)  
Tags: ,

Bersembunyi

Ke manakah ingin kau pergi?
wahai hati yang lara
gelap malam sepi
desir angin berbicara
pergilah bersembunyi
nun jauh di dalam rimba

Molek Garden
March 3, 2011

Published in: on March 3, 2011 at 2:05 pm  Leave a Comment  
Tags: ,