Temani Aku, Malam

Langit malam, aku renungi bagaikan wajah kekasihku. Dalam sampai ke hujung bintang timur. Lalu aku terangkat, terawangan, tanpa sayap tapi aku bisa terbang. Tanpa kibas tapi aku cepatan meluru di atas bayu. Bermainlah aku dipermukaan bulan. Yang bulat dan emas bercahaya bagaikan pesona sebuah jelita. Tapi mengapa bintang curiga? Sinarnya semakin sirna. Itukah tandanya bintang mencumburuku dengan garang? Tetapi, angin. Angin ke mana menghilang? Tidakkah angin ingin membalut tubuhku? Atau menyentuh kulitku? Atau mendakap diriku? Malam, aku hanya merenungi mu, tanpa angin, tiada bintang dan bulan menyembunyikan dirinya. Itulah temanku yang setia

12 April, 2011
Molek Garden.

Advertisements
Published in: on April 12, 2011 at 10:46 pm  Comments (2)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://suaraproduction.wordpress.com/2011/04/12/temani-aku-malam/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. Biar saja malam jadi kekasih yang setia. 😀

  2. Andaikan malam itu seorang gadis, bagaimanakah tidur akan menjadi lena?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: