O Bulan

O bulan
malam ini sepi
telah khayal
menembusi lara
satu jiwa
ditikam jantungnya
dirobek jasadnya
yang tinggal
cuma ruh

O bulan
ku seru namamu
dengan kemenyan kasih
daun sireh bertemu urat
limau kasturi belah dua
pulut kuning sepinggan
darah ayam jantan semangkuk

tidakkah dapat
kita bertemu kembali
ketika langit bertukar hitam
dan hujan pada
malam itu membasahkan
rumput-rumput taman
pohon-pohon jalan
kereta-kereta di parkir
jua tanah kerikil
jua bunga kemboja
yang subur
di nisan pusara

O bulan
tanpa hujan
tanpa malam
tanpa warnanya hitam
aku selalu
iri
menjadi manusia dengki

9 Oct, 2011
Johor Bahru

Published in: on October 10, 2011 at 12:55 am  Leave a Comment