Nisfu Sya’ban

Kita berdiri di tebing jendela,
melihat awan malam dilukis tuhan.
Sinar bulan megahnya, dalam gelisah
melihat resah hamba dan penguasa-Nya.

Tiba-tiba alunan zikir syahdu
yang dibawa angin, bertakbir sayu
merintihkan hujan, jatuh seperti salju.

Titis hujan, tempias melanggar bata
berderai bak butir-butir permata,
mengajak kita ke murni akal hati
merenungi nikmat dan rahmat ilahi.

Hujan malam ialah redha tuhan pada insan.
Hujan malam ialah kurnia tuhan pada manusia.
Kita bergabung di dalamnya, mencari agung rahsiaNya.

Dari tanah langit ke dada bumi
seluas-luas buana disirami,
ke kebun rohani yang subur
jua taman duniawi yang takbur.
Masih tersisa kasih cintaNya.

Malam ini, Tuhan bukakan
gerbang langit sepenuh ihsan.
Doa-doa insan melayang terbang
ke pucuk cita impiannya.
Dosa-dosa keruh pun terbasuh
dan jernih seperti lahirnya.

Sand Warehouse
Julai 5, 2012.

Advertisements
Published in: on July 5, 2012 at 7:13 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://suaraproduction.wordpress.com/2012/07/05/nisfu-syaban/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: